Darurat Narkoba, Mensos Resmikan Pusat Rehabilitasi Korban Napza

Home / Berita / Darurat Narkoba, Mensos Resmikan Pusat Rehabilitasi Korban Napza
Darurat Narkoba, Mensos Resmikan Pusat Rehabilitasi Korban Napza Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Dok TIMES Indonesia)

TIMESPURBALINGGA, JAMBI – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa meresmikan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Al Jannah di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, Sabtu (28/1/2017). 

"Hadirnya IPWL Al Jannah di Batang Hari sebagai wujud negara hadir melindungi warganya. Pemerintah berkewajiban memenuhi hak-hak dasar warga negara khususnya korban penyalahgunaan NAPZA (Narkotik, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya) yang karena situasi tertentu belum dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar," ujar Khofifah dalam siaran pers Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial yang diterima TIMES Indonesia.

Khofifah dalam sambutannya mengungkapkan pada Januari 2015, Presiden Joko Widodo menyampaikan Indonesia darurat narkoba. Pada saat itu beliau mengatakan salah satu langkah pemerintah untuk menanggulangi masalah narkoba adalah rehabilitasi sosial.

"Perintah Presiden rehabilitasi sosial menjadi prioritas. Presiden meminta program rehabilitasi harus berjalan efektif sehingga rantai penyalahgunaan narkoba dapat benar-benar terputus," terang Khofifah. 

Kepada IPWL Al Jannah, Khofifah berpesan agar dalam rehabilitasi korban mengedepankan metode Therapetic Community Approach.

"Seluruh IPWL di Indonesia yang berada dalam koordinasi Kemensos mengedepankan pendekatan Therapetic Community Approach. Kemensos tidak membenarkan penggunaan metadon,'' tandasnya.

Dalam proses rehabilitasi sosial, lanjutnya, ada bermacam-macam metode yang digunakan. Misalnya pendekatan spiritual, menggunakan metode refleksi pada jari telunjuk, metode rehabilitasi berbasis masyarakat.

"Kekayaan pendekatan yang sudah dilakukan oleh berbagai IPWL lain mohon dilakukan kajian di Al Jannah. Kemudian identifikasi mana yang efektif, bisa diterapkan," tambahnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com