Ini Kata Dewan Probolinggo soal Kelangkaan Pupuk

Home / Berita / Ini Kata Dewan Probolinggo soal Kelangkaan Pupuk
Ini Kata Dewan Probolinggo soal Kelangkaan Pupuk Pupuk bersubsidi yang diamankan di markas Kodim Probolinggo (foto: Iqbal/TIMES Indonesia)

TIMESPURBALINGGA, PROBOLINGGO – Ketua Komisi B DPRD Kota Probolinggo, Rano Cahyono mendesak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, meningkatkan sosialisasi kepada kelompok tani terkait distribusi pupuk bersubsidi.

Desakan itu diberikan menyusul terungkapnya dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi oleh pemilik kios di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, oleh intel Kodim 0820 Probolinggo, Jumat (27/1/2017).

"Sosialisasi harus diperkuat biar petani tahu dan bisa mengawasi distribusi pupuk. Ini bisa memperkecil terjadinya penyelewengan pupuk bersubsidi," katanya kepada TIMES Indonesia, Sabtu (28/1/2017).

Rano mengungkapkan, dirinya banyak mendengar keluhan dari petani pinggiran kota perihal kelangkaan pupuk. Saking langkanya, mereka mencari pupuk non subsidi hingga ke wilayah Kabupaten Probolinggo.

BACA JUGA: Tentara di Probolinggo Amankan Pemilik Kios, Ada Apa?

Diketahui, Kodim 0820 Probolinggo mengamankan AG, pemilik kios asal Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo yang diduga menyelewengkan pupuk bersubsidi.

Dari tangan AG, personel kodim mengamankan 7,5 kwintal pupuk bersibsidi jenis urea. Pupuk itu dijual ke petani di luar Rencana Definitif Kebutuhan Kerja (RDKK) di Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

"Ini bermula dari adanya kelangkaan pupuk bersubsidi di Kota Probolinggo. Setelah diselidiki, ditemukan penyimpangan ini. Pupuk dijual ke luar daerah dengan harga tinggi," kata Komandan Unit Intel, Letnan 1 Inf. Subairi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com